Valentino Rossi Motorcross

VR46 Academy Milik Rossi, Penghasil Pembalap Muda Hebat

Sejumlah Prestasi yang bersinar tidak sekedar membuat pembalao MotoGP kebangsaan Valentino Rossi sebagai pembalap Legenda. Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa Rossi tidak hanya pembalap biasa. Tentu anda pernah mendengar kota-kota yang berada di Italia, seperti Bologna, Milan, apalagi Roma. Namun, ada satu kota yang kebanyakan orang baru mendengar nama kota Tavullia.

Tavullia merupakan sebuah kota terkecil yang terletak di propinsi Pesaro dan Urbino. Dimana penduduknya tidak terlalu banyak, yang berjumlah kurang lebih 8.000 orang. Mungkin anda tidak percaya bahwa penduduk disana lebih memilih pekerjaan sebagai pembalap MotoGP, salah satunya adalah Valentino Rossi. Pembalap tersukses yang sudah meraih gelar juara dunia sebanyak 9 kali itu tidak dilahirkan di Tavuilla.

Rossi yang lahir di Urbino, tapi masa kecil sampai dengan dewasa dia telah menghabiskan di Tavullia. Dengan sejumlah prestasi yang dimilikinya, maka kota Tavullia tidak sekedar kota kecil yang biasa. Kota kecil itu pun berubah menjadi sebuah kota yang dijadikan tujuan oleh para wisatawan. Karena dengan nama besar Valentino Rossi inilah dimanfaatkan oleh penduduk Tavullia, dimana jumlah penggemar Rossi sangat banyak di berbagai negara.

vr46 riders academy

para pembalap di vr46 academy

Bukan Maen, Rossi Bangun Sekolah Balap

Valentino Rossi yang menghabiskan masa kecil hingga dewasa di kota Tavullia, membangun sebuah sekolah balap di kota tersebut, yang diberi nama VR46 Academy. Pangggilan akrab, Vale tidak hanya membangun sekolah balap biasa, namun sekolah itu memiliki fasilitas yang sangat lengkap di VR46 Academy. Yang mana fasilitas itu seperti sarana gym dan lainnya pun disediakan untuk bisa menbangun stamina pembalap di masa depan.

Peserta yang bersekolah di VR46 Academy itu pun juga dibimbing oleh tenaga ahli profesional agar mental mereka siap untuk menjalani ajang balapan motor di kelas dunia. Sejak akademi itu dibentuk tahun 2013 Rossi berkeinginan akademinya hanya khusus anak-anak muda di Italia. CEO VR46 yang bernama Alberto Albi menyatakan ide akademi itu bermula dari aksi pembalap muda di Amerika Serikat yang sukses menyingkirkan pembalap dari Eropa di tahun 1980-an.

“Kenny Roberts Sr pun sempat mendirikan akademi seperti ini. Dengan begitu, Rossi pun mencoba untuk melakukannya,” kata Albi.

Dengan seiringinya waktu, Rossi melihat tidak hanya anak muda asal Italia saja yang dapat kesempatan. Melainkan anak muda diberbagai negara laun pun diberikan kesempatan yang sama. Contohnya seperti anak-anak muda asal Indonesia seperti Imanuel Putra Pratna, Anggi Setiawan, Galang Hendra yang sudah merasakan pusat pelatihan di VR46 Academy.

Anggi Setiawan Juara di vr46 academy

Anggi Setiawan Juara di vr46 academy

Pembalap Muda Indonesia Ini, Sukses Juara di Balap Milik Rossi

Anggi Setiawan merupakan pembalap asal Indonesia yang berada di podium juara flat-track di VR46 Motor Ranch. Prestasi yang diraih Anggi di kegiatan Yamaha VR46 Riders Academy yang namakan The Master Camp 3 di kota Tavullia, Italia. Anggi pun sukses meraih nilai tertinggi di empat tahap. Pertama-tama, terlebih dahulu latihan bebas selama 30 menit. Tahap kedua, melakukan race pertama, dimana race awal pembalap harus menghabiskan empat lao ini, Anggi pun mengakhirnya di urutan kedua.

Lalu di race ketiga adalah balapan kedua secara flat-track yang posisi start berubah. Yang mana ketiga pembalao yang berhasil berada di depan harus memulainya dari grid belakang. Dan anggi pun berhasil mengkoleksi angka dengan total 10 poin. Dan pada tahap akhir yang disebut sistem Americana, dimana balapan terdiri dari 7 lap yang dibagi tiga bagian dengan memakai sistem gugur.

Untuk pada bagian pertama yang berlangsung dua lap, jika pembalap mengakhirinya balapan tersebut di urutan kelima dan keenam harus gugur. Dan di baguan kedua dengan lap yang sama, pada bagian ini posisi pembalap yang menempati ketiga dan keempat gugur. Dibagian ketiga, Anggi berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya dengan memiliki total nilai 16.